
Belajar Matematika Jadi Seru, Siswa SD IT Hafizul Ilmi Main Equate, Nilai Tempat, dan Lompat Kodok Bersama Mahasiswa UIN Ar-Raniry
BANDA ACEH — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkenalkan alat peraga matematika hasil karya mereka kepada siswa SD IT Hafizul Ilmi, Rabu (21/10/2026). Melalui kegiatan yang interaktif ini, siswa belajar matematika sambil bermain dan terlihat antusias mencoba setiap alat peraga yang disediakan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Workshop Media Pembelajaran Matematika sekaligus rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Matematika FTK UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini juga merupakan bentuk capaian dari kurikulum Program Studi Pendidikan Matematika yang berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan didampingi dosen pengampu mata kuliah, Ibu Susanti, M.Pd., bersama dosen pendamping, yaitu Ibu Khusnul Safrina, M.Pd., Ibu Darwani, M.Pd., dan Ibu Putri Rahmi, M.Pd., serta asisten laboratorium (aslab), yakni Kak Zahara Rizkia.
Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan alat peraga buatan mahasiswa sebagai alternatif media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Tiga alat peraga yang diperkenalkan kepada siswa adalah Equate, Nilai Tempat, dan Lompat Kodok.

Gambar 1. 1 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UIN Ar-Raniry foto bersama siswa SD IT Hafizul Ilmi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan alat peraga kepada pihak sekolah dan siswa. Selanjutnya, mahasiswa bertindak sebagai mentor yang mendampingi siswa secara berkelompok. Setiap kelompok mendapat bimbingan cara menggunakan alat peraga serta penjelasan konsep matematika yang berkaitan dengan media tersebut.
Equate digunakan untuk melatih siswa menyusun dan memahami persamaan matematika melalui permainan. Dengan mengikuti aturan permainan, siswa diajak berpikir, berhitung, dan menyusun operasi secara tepat sehingga latihan berhitung terasa lebih menyenangkan dibandingkan mengerjakan soal di buku.
Alat peraga Nilai Tempat membantu siswa memahami nilai suatu angka berdasarkan posisinya, seperti satuan, puluhan, dan ratusan. Melalui media ini, siswa dapat melihat dan menyusun langsung bagaimana sebuah bilangan terbentuk, sehingga konsep yang selama ini hanya dibayangkan menjadi lebih konkret.
Sementara itu, Lompat Kodok digunakan untuk mengenalkan pola bilangan melalui permainan perpindahan kodok. Dengan mengikuti aturan permainan, siswa diajak mengamati pola dan memahami konsep melalui penalaran dan pemecahan masalah.
Setelah mendapat penjelasan, siswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung dan menjelaskan hasil pekerjaannya dengan pemahaman mereka sendiri. Suasana kelas pun berlangsung hangat dan penuh semangat.
Gambar 1. 2 Mahasiswa mendampingi siswa menggunakan alat peraga Nilai Tempat secara berkelompok. |
Gambar 1. 3 Mahasiswa mendampingi siswa menggunakan alat peraga Lompat Kodok secara berkelompok. |

Gambar 1. 4 Mahasiswa mendampingi siswa menggunakan alat peraga Equate secara berkelompok.
Setelah kegiatan bermain bersama selesai, tim melakukan wawancara singkat dengan beberapa siswa kelas 5. Pertanyaan yang diajukan sederhana, yaitu apakah permainan tersebut seru dan alat peraga apa saja yang mereka mainkan.
Para siswa menjawab dengan antusias. Rata-rata mereka mengaku merasa senang dan menganggap permainan nilai tempat serta lompat kodok seru untuk dimainkan. Kedua alat peraga ini mudah dipahami, sehingga siswa dapat langsung ikut bermain dan suasana kelas menjadi lebih hidup.
Berbeda dengan itu, alat peraga Equate terlihat lebih menantang bagi siswa. Saat memainkannya, sebagian besar siswa tampak kesulitan menyusun angka dan tanda operasi pada papan Equate serta menuliskan beberapa operasi hitung. Permainan ini menuntut mereka berpikir lebih keras, sehingga kesan serunya tidak sekuat dua alat peraga lainnya
Penyerahan alat peraga Equate kepada pihak SD IT Hafizul Ilmi. |

Dari wawancara ini terlihat bahwa alat peraga dengan aturan sederhana dan aktivitas yang menyenangkan lebih mudah diterima siswa,sedangkan alat peraga yang lebih kompleks seperti Equate membutuhkan pendampingan dan pengenalan yang lebih bertahap.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa, mahasiswa membagikan makanan ringan (snack) kepada para siswa. Mahasiswa juga menyerahkan alat peraga Equate, Nilai Tempat, dan Lompat Kodok kepada pihak SD IT Hafizul Ilmi agar dapat dimanfaatkan kembali oleh guru dan siswa setelah kegiatan berakhir.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Matematika, yaitu Apriliana, Naira Salsabila, Jihan Salsabilla, Sulaiah, Rafika Hysam, Syarifah Zulaikha, Adilla Ramli, Intan Majdina, Bellangi Andriani, Salma, Desi Wulandari, Fadlul Khairy, dan Sarman Sika. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan menerapkan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan, khususnya dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyampaikan konsep matematika kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan karya mahasiswa kepada lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan minat siswa terhadap matematika semakin meningkat dan konsep-konsep yang dianggap sulit dapat dipahami melalui pengalaman belajar yang konkret, sehingga pembelajaran matematika di sekolah menjadi lebih aktif dan variatif.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Ar-Raniry di SD IT Hafizul Ilmi.


