
Dari Malu-Malu hingga Berani Maju, Siswa SMPN 10 Banda Aceh Rasakan Serunya Alat Peraga Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UIN Ar-Raniry
BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memperkenalkan alat peraga matematika hasil karya mereka kepada siswa SMP Negeri 10 Banda Aceh, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung interaktif ini membuat siswa belajar sambil bermain, bahkan siswa yang semula pemalu akhirnya berani mencoba.
Kunjungan edukatif tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Workshop Media Pembelajaran Matematika sekaligus rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Ar-Raniry. Kegiatan PKM ini merupakan bentuk capaian dari kurikulum Program Studi Pendidikan Matematika yang berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan didampingi dosen pengampu, Ibu Susanti, M.Pd., bersama dosen Ibu Khusnul Safrina, M.Pd., Ibu Darwani, M.Pd., dan Ibu Putri Rahmi, M.Pd., serta dua asisten laboratorium (aslab), yakni Maulida Nazwani, S.Pd. dan Manna Wassalwa.
Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan alat peraga buatan mahasiswa sebagai alternatif media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Alat peraga yang diperkenalkan adalah Lompat Kodok, Lempeng Pecahan, dan Luas Bangun Datar.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UIN Ar-Raniry foto bersama siswa SMPN 10 Banda Aceh.
Kegiatan diawali dengan pengenalan alat peraga kepada pihak sekolah dan siswa. Selanjutnya, mahasiswa bertindak sebagai mentor yang mendampingi siswa dalam enam kelompok. Setiap kelompok mendapat bimbingan cara menggunakan alat peraga serta penjelasan konsep matematika yang berkaitan dengan media tersebut.
Lompat Kodok digunakan untuk mengenalkan pola bilangan melalui permainan perpindahan kodok. Dengan mengikuti aturan permainan, siswa diajak mengamati pola dan memahami konsep melalui penalaran dan pemecahan masalah. Setelah bermain, siswa menemukan rumus yang melandasi permainan tersebut.
Lempeng Pecahan dibuat dari kertas mika untuk memvisualisasikan konsep pecahan. Melalui media ini, siswa dapat mengamati bagian-bagian dari suatu keseluruhan dan mengenali hubungan antarpecahan secara lebih konkret, tidak hanya lewat angka dan simbol.
Adapun Luas Bangun Datar dirancang untuk memperlihatkan perubahan susunan sebuah persegi panjang menjadi lingkaran, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat, segitiga, dan trapesium. Media ini membantu siswa mengeksplorasi bentuk geometri dan memahami konsep luas melalui pengamatan langsung.




Siswa belajar sambil bermain dengan alat peraga di bawah bimbingan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UIN Ar-Raniry.
Setelah mendapat penjelasan, siswa diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menyelesaikan soal menggunakan alat peraga dan menjelaskan hasil pekerjaannya dengan pemahaman mereka sendiri.
Putroe, salah satu siswa, mengaku menyukai semua alat peraga yang diperkenalkan, terutama Lompat Kodok.
“Aku suka banget semuanya, Kak! Tapi yang paling juara itu Lompat Kodok. Seru, keren, eh ternyata habis main ada rumusnya pula. Main iya, pintar juga iya. Dua-duanya dapat!” ujar Putroe sambil tersenyum lebar.
Siswa lain, Vika, memilih Lempeng Pecahan sebagai favoritnya. Ia mengaku paling berkesan saat maju ke depan kelas menjelaskan dan menjawab soal.
“Deg-degan sih, tapi keren rasanya! Pecahan yang biasanya bikin pusing, sekarang kelihatan jelas, tinggal disusun-susun,” kata Vika.
Sementara itu, Atika menyukai Luas Bangun Datar. Menurutnya, alat peraga tersebut membuatnya memahami asal-usul rumus luas.
“Persegi panjang bisa jadi lingkaran, segitiga, sampai trapesium! Kayak sulap, tapi ini matematika. Jadi tahu luasnya dari mana asalnya, bukan cuma hafal rumus,” ungkap Atika.
Cerita berbeda datang dari Muhammad. Pada awal kegiatan, ia tampak gugup dan lebih banyak diam. Setelah diberi semangat oleh kakak mentor, ia akhirnya mau ikut mencoba.
“Awalnya aku malu dan deg-degan, Kak. Tapi Kakak mentornya baik dan terus semangatin aku, ‘Ayo, pasti bisa!’ Eh, setelah dicoba ternyata seru banget. Rugi kalau tadi cuma diam,” tutur Muhammad sambil tertawa.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa, mahasiswa membagikan makanan ringan (snack) kepada para siswa. Mahasiswa juga menyerahkan dua alat peraga, yaitu Lompat Kodok dan Lempeng Pecahan, kepada pihak SMP Negeri 10 Banda Aceh agar dapat dimanfaatkan kembali oleh guru dan siswa setelah kegiatan berakhir.

Penyerahan alat peraga kepada pihak SMP Negeri 10 Banda Aceh.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan menerapkan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan, khususnya dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyampaikan konsep matematika kepada siswa. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan karya mahasiswa kepada lingkungan sekolah.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 17 orang, yaitu Mutiaramah, Raihan Jumaila, Siti Aisyah, Melati Herdipan, Rifqi Ruhma, Husnul Khatimah, Maysarah Chelsea Indah, Wildan Zamarhuri, Ayu Retno Aulianingrum, Vika Amalia, Diana Fitri, Sayed Hazeeq Sahal, Nia Ramadhani, Nurul Husna, Rezki Amelia Hasibuan, Safira Wardah, dan Liza Arisna Rahman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan minat siswa terhadap matematika semakin meningkat dan konsep-konsep yang dianggap sulit dapat dipahami melalui pengalaman belajar yang konkret, sehingga pembelajaran matematika di sekolah menjadi lebih aktif dan variatif.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Matematika FTK UIN Ar-Raniry di SMP Negeri 10 Banda Aceh.
[]
